Devin Haney Mengisyaratkan Kepindahan ke Kelas Welter setelah Menjuarai Kelas Ringan Super

Devin Haney

Pembukaan

catrachowings.comDevin Haney , juara dunia kelas ringan super versi WBC, telah mengungkapkan keinginannya untuk naik ke kelas welter setelah mencapai kesuksesan di divisi 63,5 kg. Dalam konferensi pers pascapertarungan, Haney menyatakan bahwa ia akan mempertimbangkan untuk bertanding di kelas welter pada tahun 2024. Keputusan ini telah mengejutkan banyak orang, mengingat dominasinya dalam pertarungan melawan Regis Prograis. Dalam artikel ini, kita akan membahas pernyataan Haney, potensi lawan-lawan yang menarik, dan dampak dari perpindahan ke kelas welter.

Devin Haney, yang baru berusia 25 tahun, berasal dari Henderson, Nevada, mencuri perhatian dunia tinju dengan penampilan impresifnya melawan Regis Prograis. Haney (31-0, 15 KO) menunjukkan keahliannya dengan menjatuhkan Prograis (29-2, 24 KO) pada ronde ketiga dan berhasil menguasai pertarungan dengan pukulan yang tajam dan bertahan dengan baik melawan petinju yang kuat tersebut. Penilaian juri Rey Danseco, Mike Ross, dan Fernando Villarreal memberikan kemenangan angka 120-107 untuk Haney.

Dalam konferensi pers pascapertarungan, Haney memberikan isyarat bahwa ia ingin menciptakan pertarungan terbesar dalam olahraga tinju dan memperoleh penghasilan yang besar. Meskipun ia menyebut kelas welter sebagai tujuan berikutnya, Haney tidak menyebutkan nama petinju kelas welter mana yang ingin ia tantang. Dia menyatakan bahwa keputusan akhir tentang lawan tandingnya akan ditentukan oleh ayahnya dan pelatihnya, Bill Haney.

Bill Haney, dalam wawancara terpisah, mengungkapkan bahwa Devin Haney adalah petinju yang istimewa dan memiliki kemampuan luar biasa. Dia memuji putranya atas kemenangan yang mengesankan dan menyatakan bahwa Devin adalah seorang petarung warisan yang ingin terus membanggakan divisi 63,5 kg. Bill Haney juga menyebutkan potensi pertarungan melawan petinju sezaman seperti Ryan Garcia dan Gervonta Davis, yang dapat menjadi pertarungan besar dalam divisi 63,5 kg.

Devin Haney Mengisyaratkan Kepindahan ke Kelas Welter

Devin Haney

Namun, perpindahan ke kelas welter bukanlah keputusan yang mudah. Haney harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk persaingan yang lebih berat dan berat badan yang harus diatur. Kelas welter adalah divisi yang penuh dengan petinju berbakat dan memiliki sejarah pertarungan yang legendaris. Petinju seperti Terence Crawford, Errol Spence Jr., dan Manny Pacquiao adalah beberapa nama besar dalam divisi ini.

Keputusan Haney untuk naik ke kelas welter juga dapat mempengaruhi divisi 63,5 kg. Haney telah menjadi juara dunia yang tak terbantahkan dalam divisi tersebut, dan kepindahannya dapat membuka peluang bagi petinju lain untuk merebut gelar juara. Namun, jika Haney memutuskan untuk tetap bertahan di divisi 63,5 kg, pertarungan melawan petinju seperti Ryan Garcia dan Gervonta Davis dapat menghasilkan pertarungan yang menarik dan menguntungkan secara finansial.

Dalam menjalani kariernya, Devin Haney telah menunjukkan bakat dan potensi yang luar biasa. Kemenangannya atas Regis Prograis membuktikan bahwa ia adalah petinju yang tak terbantahkan di divisi 63,5 kg. Namun, keputusan untuk naik ke kelas welter adalah langkah besar yang akan menentukan arah masa depannya. Haney harus melakukan pertimbangan matang dan bekerja sama dengan timnya untuk memastikan keputusan terbaik bagi karier dan keberhasilannya di atas ring.

Kesimpulan

Devin Haney telah mengisyaratkan keinginannya untuk naik ke kelas welter setelah menjuarai kelas ringan super. Pernyataantersebut dibuat dalam konferensi pers pascapertarungan melawan Regis Prograis, di mana Haney memenangkan pertarungan dengan dominasi yang mengesankan. Keputusan untuk naik ke kelas welter menunjukkan ambisi Haney untuk mencapai pertarungan terbesar dan meraih keuntungan finansial yang lebih besar.

Namun, Haney tidak menyebutkan nama petinju kelas welter mana yang ingin ia tantang. Keputusan tersebut akan ditentukan oleh ayah dan pelatihnya, Bill Haney, yang telah melihat lanskap divisi 63,5 kg. Haney juga telah disebut-sebut dalam pertarungan melawan Ryan Garcia dan Gervonta Davis, dua petinju populer di divisi tersebut.

Perpindahan Haney ke kelas welter bukanlah keputusan yang mudah. Kelas welter memiliki persaingan yang lebih berat dan petinju-petinju terkenal seperti Terence Crawford, Errol Spence Jr., dan Manny Pacquiao. Haney harus mempertimbangkan faktor-faktor ini sebelum membuat keputusan akhir.

Selain itu, perpindahan Haney juga dapat mempengaruhi divisi 63,5 kg. Haney telah menjadi juara dunia yang tak terbantahkan dalam divisi tersebut, dan kepindahannya dapat membuka peluang bagi petinju lain untuk merebut gelar juara. Namun, jika Haney memutuskan untuk tetap bertahan di divisi 63,5 kg, pertarungan melawan petinju seperti Ryan Garcia dan Gervonta Davis dapat menghasilkan pertarungan yang menarik dan menguntungkan secara finansial.

Devin Haney telah menunjukkan bakat dan potensi yang luar biasa dalam kariernya. Kemenangannya atas Regis Prograis adalah bukti kekuatannya sebagai petinju yang tak terbantahkan di divisi 63,5 kg. Keputusan untuk naik ke kelas welter adalah langkah besar yang akan menentukan arah masa depannya. Haney harus mempertimbangkan dengan matang dan bekerja sama dengan timnya untuk membuat keputusan terbaik yang akan mempengaruhi kesuksesan dan prestasinya di atas ring.

Dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh Devin Haney, para penggemar tinju dapat menantikan pertarungan yang menarik dan karier yang gemilang dari petinju muda ini. Apakah Haney akan mengikuti jejak para legenda di kelas welter atau tetap menjadi petinju tak terbantahkan di divisi 63,5 kg, hanya waktu yang akan memberikan jawabannya.