Monster KO Naoya Inoue Mencetak Sejarah Tinju Dunia dengan Menyatukan Dua Divisi dalam Empat Sabuk

Naoya Inoue

catrachowings.comNaoya Inoue , yang dikenal sebagai Monster KO, telah mencatat sejarah baru dalam dunia tinju dengan menyatukan dua divisi dan meraih empat sabuk dalam waktu yang sangat singkat. Pada pertarungan yang berlangsung di Ariake Arena, Tokyo, Jepang, pada Selasa malam (26/12/2023) waktu Indonesia Barat, Inoue berhasil mengalahkan Marlon Tapales dengan KO di ronde kesepuluh. Pertarungan ini merupakan perebutan sabuk kelas bantam super IBF, WBA, WBC, dan WBO.

Rekor Impresif Naoya Inoue

Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Inoue menjadi 26-0, dengan 23 di antaranya dicapai melalui kemenangan KO. Monster KO Naoya Inoue telah menunjukkan kehebatannya sejak awal karirnya. Hanya dalam waktu lima bulan sejak ia menjadi pemegang gelar juara dunia dua divisi pertama di Jepang, Inoue berhasil menyatukan kelas bantam dengan kemenangan KO atas Stephen Fulton pada bulan Juli. Dan kini, ia mencatatkan sejarah dengan menyatukan dua divisi dalam waktu yang lebih cepat daripada petinju lain dalam sejarah.

Prestasi yang Mengungguli Petinju Lain

Prestasi Naoya Inoue ini mengungguli beberapa petinju terkenal dalam hal menyatukan divisi dan meraih sabuk juara. Misalnya, Terence Crawford yang membutuhkan enam tahun untuk meraih gelar juara di kelas welter junior dan welter. Sementara itu, Claressa Shields membutuhkan waktu 23 bulan setelah kemenangannya atas Christina Hammer pada April 2019 untuk menjadi juara kelas menengah yang tak terbantahkan. Naoya Inoue sendiri telah memenangkan gelar utama di kelas terbang junior dan bantam junior sebelum akhirnya naik ke kelas bantam. Perjalanan karirnya yang mengesankan ini telah menciptakan sejarah baru dalam dunia tinju.

Naoya Inoue: Petinju yang Ambisius

Naoya Inoue telah membuktikan kekuatannya di atas ring dengan prestasi-prestasi gemilangnya. Namun, ia tidak berniat berhenti di sini. Menurut Inoue sendiri, beberapa pertarungan berikutnya akan menjadi pertarungan yang lebih tradisional. Meski telah meraih kesuksesan besar di kelas bantam, Inoue berencana untuk tetap berada di kelas 55,3 kg setidaknya selama satu tahun lagi. Ia memiliki rencana untuk mempertahankan gelar melawan penantang nomor satu WBC, Luis Nery, dan juga menantikan pertarungan melawan penantang peringkat teratas WBA, Akhmadaliev.

Rekor Impresif Inoue dalam Pertarungan Gelar Utama

Dengan kemenangan yang diraihnya atas Marlon Tapales ini, Naoya Inoue kini memiliki rekor yang sangat mengesankan dalam pertarungan perebutan gelar utama di empat divisi. Dari 19 pertarungan perebutan gelar utama yang telah ia jalani, 17 di antaranya berhasil ia menangkan melalui KO. Bahkan, Inoue juga mencatatkan sepasang KO pada ronde pertama dalam laga perebutan gelar WBA ‘Reguler’ pada awal karirnya di kelas bantam.

Kesimpulan

Monster KO Naoya Inoue telah menciptakan sejarah baru dalam dunia tinju dengan mengukuhkan dominasinya dan menyatukan dua divisi dalam empat sabuk. Prestasi yang diraihnya ini menempatkannya di posisi yang sangat istimewa dalam dunia tinju. Dengan kepemimpinan dan kekuatan yang dimilikinya, Naoya Inoue semakin menancapkan namanya sebagai salah satu petinju terbaik dalam sejarah.