Ryan Garcia Ancam Devin Haney: Aku Tak Main-main, Berdoalah untuk Devin

Ryan Garcia

catrachowings.com – Pertarungan antara Ryan Garcia dan Devin Haney semakin mendekati kenyataan, dan rivalitas di antara keduanya semakin memanas. Pada Kamis malam, kabar mengenai pertarungan yang akan diadakan pada 20 April di DAZN Pay-Per-View telah menggemparkan dunia tinju. Ryan Garcia, pemuda berusia 25 tahun asal Victorville, California, dan Devin Haney, juara dunia kelas ringan super WBC berusia 25 tahun asal Henderson, Nevada, siap untuk saling menguji kemampuan mereka di atas ring.

Persaingan antara Garcia dan Haney bukanlah sesuatu yang baru. Mereka berdua telah saling berhadapan dalam enam pertarungan amatir, dengan masing-masing meraih tiga kemenangan. Namun, kali ini pertarungan mereka akan menjadi lebih besar dan lebih penting. Ryan Garcia tidak bisa menyembunyikan rasa antusiasmenya dan memberikan sebuah ancaman kepada Devin Haney. “Saya tidak sabar menunggu kalian untuk melihat (saya) menjadi lebih baik dari Haney,” kata Garcia dengan penuh kepercayaan kepada FightHype.com.

Pertarungan ini akan menjadi momen penting bagi Garcia, yang sebelumnya telah menantang divisi lightweight. Tanggal 20 April akan menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar tinju di seluruh dunia. Ryan Garcia mengajak semua orang untuk membeli tiket pertarungan ini. “Kita akan membahas lebih banyak tentang ini saat saya memiliki waktu untuk mencerna pertanyaan-pertanyaan itu. Namun, untuk saat ini, ketahuilah, mulailah berdoa untuk Devin,” ujarnya dengan serius.

Terkait dengan negosiasi pertarungan ini, Ryan Garcia memberikan pujian kepada timnya yang telah berhasil mencapai kesepakatan ini. Garcia dipromosikan oleh Golden Boy Promotions dan mendapatkan nasihat dari Lupe Valencia. “Saya memiliki tim yang hebat,” kata Garcia dengan bangga. “Saya tidak main-main dalam mencoba mewujudkan pertarungan-pertarungan terbesar. Ada banyak hal yang terlibat dalam proses ini, namun pada akhirnya, semuanya ada di sini. Apa bedanya?”

Namun, Ryan Garcia juga menyampaikan ketidakpedulian terhadap Bill Haney, ayah dan pelatih Devin Haney. Garcia merasa bahwa Bill Haney telah terlalu jauh dalam mengomentari dan mencampuri urusannya. “Bill Haney harus menghentikan permainan mucikari,” tegas Garcia, mengacu pada komentar kontroversial yang dibuat Haney yang lebih tua baru-baru ini. “Dia menjadi mucikari untuk anaknya sendiri. Katakan padanya untuk pergi.”

Pertarungan ini menjadi tantangan besar bagi Ryan Garcia, karena dia ingin meraih gelar juara dunia. Meskipun Garcia mengalami kekalahan pertama dalam kariernya saat berhadapan dengan Gervonta Davis tahun lalu, dia tetap memiliki semangat dan tekad yang kuat untuk meraih kemenangan kali ini. Garcia tidak akan menganggap enteng Devin Haney, dan dia berjanji akan memberikan pertarungan yang luar biasa.

Pertarungan antara Ryan Garcia dan Devin Haney bukan hanya sekadar pertarungan antara dua petinju yang berbakat, tetapi juga merupakan pertarungan antara persaingan dan ambisi. Para penggemar tinju di seluruh dunia sedang menantikan momen ini dengan penuh antusiasme. Tanggal 20 April akan menjadi penentu bagi kedua petinju ini, dan semua orang berharap untuk menyaksikan pertarungan spektakuler yang akan menghibur mereka.

Dalam beberapa bulan mendatang, persiapan dan promosi akan semakin intens. Ryan Garcia dan Devin Haney harus bekerja keras untuk mencapai kondisi fisik dan mental terbaik mereka. Pertarungan ini tidak hanya tentang gelar juara dunia, tetapi juga tentang gengsi dan kebanggaan. Keduanya telah menunjukkan bakat dan potensi mereka, dan kini saatnya untuk membuktikan siapa yang lebih unggul di atas ring.

Pertarungan antara Ryan Garcia dan Devin Haney akan menjadisatu pertarungan yang sangat dinantikan oleh pecinta tinju di seluruh dunia. Kedua petinju ini memiliki kemampuan yang luar biasa dan akan memberikan pertunjukan yang spektakuler. Ryan Garcia telah menegaskan bahwa dia tidak main-main dalam ambisinya untuk meraih gelar juara dunia, sementara Devin Haney siap membuktikan bahwa dia adalah juara sejati.

Pertarungan ini juga memiliki latar belakang persaingan yang panjang antara kedua petinju. Dalam pertandingan amatir sebelumnya, mereka berdua saling mengalahkan dengan hasil imbang. Namun, kali ini mereka akan bertemu dalam pertarungan profesional yang akan menentukan siapa yang lebih unggul. Pertarungan ini telah mencuri perhatian publik dan menjadi topik pembicaraan di kalangan penggemar tinju.

Ryan Garcia, yang telah mengalami kekalahan pertama dalam kariernya saat berhadapan dengan Gervonta Davis, ingin membuktikan bahwa dia memiliki potensi untuk menjadi juara dunia. Dia siap memberikan pertunjukan yang luar biasa dan mengatasi segala tantangan yang ada di depannya. Dalam persiapan menuju pertarungan ini, dia didukung oleh tim yang kuat dan percaya bahwa dia memiliki semua yang diperlukan untuk meraih kemenangan.

Di sisi lain, Devin Haney telah mempertahankan gelar juara dunia dengan sukses dan ingin terus membuktikan bahwa dia adalah yang terbaik di kelasnya. Dia telah menunjukkan keterampilan tinju yang mengesankan dan ketangguhan yang tak tergoyahkan. Haney adalah petinju yang cerdas dan memiliki strategi yang matang dalam pertarungan. Dia tidak akan membiarkan Ryan Garcia menghancurkan ambisinya untuk meraih kemenangan.

Pertarungan ini juga menciptakan persaingan antara kedua tim. Ryan Garcia dipromotori oleh Golden Boy Promotions, sementara Devin Haney didukung oleh tim yang solid. Kedua tim ini telah melakukan negosiasi yang panjang dan kompleks untuk mencapai kesepakatan pertarungan ini. Mereka berjuang untuk kepentingan petinju mereka dan untuk memberikan pertarungan terbaik bagi penggemar.

Pertarungan antara Ryan Garcia dan Devin Haney juga memberikan peluang bagi kedua petinju untuk meningkatkan reputasi dan popularitas mereka dalam dunia tinju. Mereka berdua adalah bintang muda dengan potensi yang besar, dan pertarungan ini dapat menjadi tonggak bagi karier mereka. Pemenang pertarungan ini akan mendapatkan pengakuan yang lebih besar di dunia tinju dan membuka pintu untuk pertarungan-pertarungan yang lebih besar di masa depan.

Tanggal 20 April merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar tinju. Pertarungan ini akan menjadi pertunjukan yang tak terlupakan dan akan memberikan momen-momen menegangkan di atas ring. Ryan Garcia dan Devin Haney siap untuk saling menguji dalam pertarungan yang akan menghibur jutaan penggemar tinju di seluruh dunia.

Semua yang tersisa adalah menunggu saat-saat penentuan pada tanggal 20 April. Pecinta tinju di seluruh dunia akan menyaksikan pertarungan yang penuh gengsi, ambisi, dan semangat juang. Ryan Garcia dan Devin Haney akan memberikan yang terbaik dari diri mereka dan bertarung untuk memperebutkan gelar juara dunia. Pertarungan ini akan menjadi salah satu momen bersejarah dalam dunia tinju, dan semua orang tidak sabar untuk melihat siapa yang akan keluar sebagai pemenang.